Minggu, 02 September 2012

FARMASETIKA DASAR

INI CATATAN SAYA SELAMA MENGIKUTI BELAJAR SEKOLAH MENENGAH FARMASI
RESEP
Resep adalah permintaan tertulis seorang dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang di beri izin berdasarkan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita.
Resep di sebut juga formulae medicae :
n formulae officinalis (yaitu resep yang tercantum dalam buku farmakope atau buku lainya dan merupakan standar)
n formulae magistralis (yaitu resep yang ditulis oleh dokter).
Resep selalu di mulai dengan tanda R/ yang artinya recipe (ambilah). Umumnya resep di tulis dalam bahasa latin. Suatu resep yang lengkap harus memuat:
Nama,alamat dan nomor izin resep dokter dokter gigi atau dokter hewan
Tanggal penulisan resep, nama setiap obat atau komposisi obat
Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Nama pasien, jenis hewan, umur, serta alamat/ pemilik hewan
Tanda seru pada paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya melebihi jumlah maksimal
Pembagian suatu resep yang lengkap:
1) Tanggal dan tempat di tulisnya resep (inscripto)
2) Aturan pakai dari obat yang tertulis (signatura)
3) Paraf/tanda tangan dokter yang menulis resep (subcriptio)
4) Tanda buka penulisan resep dengan R/ (invecatio)
5) Nama obat, jumlah dan cara membuatnya (praescriptio atau ordinatio)
Resep untuk pengobatan segera
untuk penderita yang butuh pengobatan segera dokter dapat
memberi tanda:
cito : segera
urgent : penting
Statim : penting
P.I.M : Periculum in Mora = berbahaya bila di tunda
Ditulis pada bagian kanan atas resep, Jika dalam resep di tulis Iteratie. Dan di tulis berapa kali resep boleh di ulang. Misalkan iteratie 3X, artinya resep dapat di layani 1+3 kali ulangan 4X. Untuk resep yang mengandung narkotika, tidak dapat di tulis dengan interatie tetapi selalu dengan resep baru.
Komponen resep menurut fungsi
Menurut fungsi bahan obatnya resep terbagi atas:
Ø Remidium cardinal, adalah obat berkasiat utama
Ø Remidium ajuvans, adalah obat yang menunjang bekerjnya bahan obat utama
Ø Corrigens adalah zat tambahan yang di gunakan untuk memperbaiki warna, rasa dan bau obat utama.
Ø Corigen actionis, di gunakan untuk memperbaiki kerja zat berkasiat utama
1. Corrigen odoris, di guinakan untuk memperbaiki bau dari obat
2. Corrigen saporis, di gunakan untuk memperbaiki rasa obat
3. Corrigen colloris, di gunakan untuk memperbaiki warna obat
4. Corrigen solubilis, di gunakan untuk memperbaiki kelarutan dari obat utama.
5. Constituens/ Vehiculum/ Exipiens, merupakan zat tambahan.
SALINAN RESEP (COPY RESEP)
Salinan resep adalah salinan obat yang di buat oleh apotek, selain memuat semua keterangan yang terdapat dalam resep asli juga harus memuat:
1) Nama dan alamat apotek
2) Nama dan nomor izin apoteker pengelola apotek
3) Tanda tangan atau paraf apoteker pengelola apotik
4) Tanda det (detur) untuk obat yang sudah di serahkan dan tanda nedet (nedetur) untuk obat yang belum di serahkan, dengan resep pada tanda ITER….X di beri tanda detur orig/detur…..
5) Nomor resep dan tanggal pembuatan
Istilah lain dari coppy reep apograph, exemplum, afschrif.
Penandatanganan atau pencantuman paraf pada salinan resep dapat di lakukan oleh apoteker pendamping atau apoteker pengganti dengan mencantumkan nama terang dan status yang bersangkutan. Dengan catatan APA berhalangan.
Salinan resep hanya boleh di perlihatkan kepada dokter penulis resep, yang merawat penderita, penderita sendiri dan petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang menurut perundang-undangan yang berlaku (contohnya petugas pengadilan bila di perlukan untuk suatu perkara.
PENYIMPANAN RESEP
Resep harus di simpan sekurang-kurangnya selama 3 tahun, disusun menurut urutan tanggal dan nomor urut penerimaan resep.
Resep yang mengandung narkotika harus di pisahkan dari resep lainnya. Resep yang di simpan melebihi jangka 3 tahun dapat di musnahkan.
Pada pemusnahan resep, harus di buat berita acara pemusnahan rangkap 4 dan di tanda-tangani oleh APA bersama dengan sekurang-kurangnya seorang petugas apotik.
SINGKATAN DALAM RESEP
Sup suspositoria
Tab vag tablet vaginal
S.n.s si necesse sit=jika perlu
S.u.n signa usus notus=tahu pakai
S.u.c signa usus cognitus=tahu pakai
p.r.n pro renatera=jika perlu
Cito cito=segera
Col.or collutio oris=kumur-kumur
Lit.or litus oris=tutul mulut
s.m signa mane=tandai pagi
s.v. signa vespere=tandai sore
s.n. signa nocte=tandai malam
a.c. ante coenam=sebelum mekan
p.c. poce coenam=sesudah makan
ad adde=tambahkan
haust haustus=sekali minum
ungt. Unguentum=salep
cr cream=krim
Lot kum lotio kumerfeldi
Bic.na bicarbonaas natricus, natrium bikarbonat
Ol.m.p oleum menthae pipentae=minyakpermen
Nedet ne detur=belum di berikan
Gut aur guttae auricularis=tetes telinga
Gut nas guttae nesales=tetes hidung
Gutt. Ophth guttae ophthalmicae=tetes mata
Sap.vir s apo virdis=sabun hijau

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar